Untukmu, Kakak Bersepatu Roda
Untukmu,
Kakak Bersepatu Roda
Mengabadikan kisahku dengan seseorang atau bisa
dibilang seekor iblis setengah manusia yang baik hati.
Disuatu kota kecil yang diselimuti
musim dingin abadi, dihiasi kelap kelip bangunan apartemen yang berjarak 1
lorong setiap bangunannya, dihujani salju putih yang jatuh dari langit, dan
dikota itu juga, aku berjumpa dengan kakak.
Waktu itu, aku melihat kakak sedang
berbaring lemas disebuah tumpukan salju yang ada dibawah pohon dan penuh dengan
luka. Dan saat itu pula, aku belum bisa berbicara kepada kakak. Tubuhku ini
sangat kecil untuk menggendong kakak untuk aku pindahkan ketempat yang
menurutku aman dan nyaman bagiku.
Aku membaringkan kakak di sebuah
lorong yang mana tempat aku tinggal sendirian. Aku memegang dahi kakak. Terasa panas
ditanganku. Ketika aku tau bahwa kakak dalam kondisi seperti itu, Aku berlari
kencang dengan sepatu rodaku yang berputar berlawanan dengan arahku tujui.
Mencuri perban, obat, dan sedikt
makanan di bangunan – bangunan raksasa itu tanpa memikirkan resikonya. Maklum
kak, orang orang yang tinggal di lorong lainnya, bernasib sama seperti aku.
Harus bertahan dengan mencuri barang barang yang ada di bangunan – bangunan itu.
Kota ini sangat aneh penghuninya.
Aku bergegas mengobati luka kakak
dan mengompres kepala kakak, agar kakak cepat pulih dan aku tidak kesepian
lagi. Walau kakak adalah orang asing yang belum bernah ataupun sama sekali aku
jumpai, aku yakin bahwa kakak adalah orang yang baik.
Menunggu kakak bangun itu lama juga
ya ternyata, sudah 3 hari kakak belum saja terbangun. Aku menunggu kakak tanpa
tertidur selama 3 hari itu, karena aku penasaran dengan kakak.
Mataku
lelah kak, aku ingin istirahat juga, bukan kakak saja. Dan tiba tiba saja, saat
aku ingin mengistirahatkan mataku, kakak-pun bersuara. “dimana aku?”. Maaf kakak
, aku belum bisa menjawabmu. Semoga kau mengerti bahasa tubuhku. “Apakah kamu yang
mengobati luka luka-ku ini?”. Aku hanya bisa mengangguk-angguk saja kak,
maafkan aku. “Terimakasih banyak ^^, siapa namamu ?”. Maafkan aku kakak, tolong
jangan bertanya lagi. Aku belum bisa berbicara namun aku ingin menjawab kakak. “Apakah
kamu belum bisa berbicara?” . aku hanya mengangguk saja.” Ooh , maafkan aku. Betapa
kasarnya adab berbicaraku kepada adik ^^.”
Kakak,
apakah kakak tau? Kakak tersenyum seperti itu hanya membuatku bingung. Oh ya,
tentang namaku kakak, aku tulis diatas salju saja ya. “Tidak Punya Nama? Kamu tidak
bernama, adik kecil?”. Tidak kakak, aku tidak bernama, “kalau begitu, adik aku
beri nama Edelwise , bagaima?”. Aku tidak
tau apa itu Edelwise kakak. Apa arti dari nama yang kakak berikan
padaku itu? “Nama asalnya itu dari nama bunga, yaitu EDELWEISS yang artinya Abadi. Tapi nama yang aku berikan
padamu ini dari dua kata yang berbeda loh, adik kecil.” Apa itu kak? “Edel yang
berarti berani , Wise yang berarti bijak . Edelwise artinya berani dan bijak.
Tapi namamu ini jangan dibaca dalam bahasa (Inggris) ya adik kecil, baca saja
Edelweiss.” Baiklah kakak … siapa nama kakak ? aku hanya menunjuk kakak, semoga
kakak mengerti. “oh , nama kakak adalah JASON.”
Kakak
Jason , Edel berterimakasih banyak kepada Kakak Jason karena, sudah memberikan Edel
sebuah nama yang indah sekali. Edel sempat bingung, sebenarnya kakak ini
manusia atau bukan ya ? soalnya telinga kakak panjang dan meruncing, gigi kakak
taringnya lumayan panjang, dan badan kakak tinggi besar sekali. Kataku dalam gestur
bahasa tubuh.
Aduh
, tiba tiba saja terdengar suara eraman dari perutku. Kakak, biarkan saja ya perut
Edel yang nakal begini. Belum apa apa udah bersuara saja, “Edel lapar ya?”. Iya
kak, Edel lapar banget. Tapi untuk mendapatkan makanan disini , kakak tau
bagaimana caranya? “Edel tunggu disini sebentar ya, kakak carikan makanan buat
Edel.”
Sekitar
30 menit Aku menunggu kedatangan kakak, kakak hanya membawa sekepalan udara
ditangan kakak. Aku hanya tertawa melihat wajah kakak yang penuh penyesalan
karena tidak membawa makanan untuk dimakan. “Maaf Adik Adel, kakak tak
membawakanmu apapun. Sungguh mengecewakan.”. Sudahlah kak, tidak apa apa. Edel
peluk kakak ya ^^.
Baiklah
Kakak Jason , sini biarkan Edel mengajari kakak car mendapatkan makanan dikota
ini. “Apakah Adik Edel tau? Waktu aku toko roti terdekat dari sini, aku masuk
kedalamnya dan aku mengambil 10 roti roti itu, setelah itu kakak langsung
keluar dan tiba tiba saja, bapak bapak berkumis itu memukuli kakak dengan sapu
dan mengambil seluruh rotinya.” Aduh kakak, bagaimana sih ? jelas sekali bahwa,
bapak bapak itu memukuli kakak dengan sapu karena kakak tidak membayar roti
roti itu dan hanya langsung keluar. Itu namanya mencuri, kakak. Mencuri tapi
telanjang.
“Ditempat
asal kakak, roti roti dan segala macam makan, hanya diambil sepuasnya. Oleh karena
itu, kakak mengira bahwa, disini juga menggunakan cara yang sama.” Aku
menggambarkan bentuk rumah diatas jalanan yang bersalju itu.”Rumah? ooh , rumah
ku.. Ntahlah , kakak juga tidak ingin mengingatnya.” Aku sedikit bingung dengan
jawaban yang kakak berikan, mungkin karena aku masih kecil.
Oke
kakak, beginilah cara mendapatkan makanan itu (metode mencuri cepat) , meluncur
cepat dan gesit dengan sepatu rodaku. Tadaaa, ini ada dua buah roti yang
berisikan buah beri lezat kakak. “Wah, Edel hebat sekali , bisa mendapatkan dua
buah roti dalam sekejap, kakak malu nih.” Iya deh kakak , kan namaku Edel, yang
artinya Berani.
Kakak
, untuk saat ini . kakak duduk saja dilorong dan beristirahat ya. Edel mau
melakukan sesuatu dulu. “Adik Edel , mau mencari makanan lagi ? mau kakak
temani ?” jangan kakak , biarkan aku pergi sendiri. “Baiklah jika Adik Edel
menggeleng. Kakak istirahat dulu ya , hati hati dan cepat kembali.” Hehehe,
bagus . beristirahatlah selagi Aku akan
melakukan sesuatu yang mengejutkan.
Saat
ini, Edel sedang mencuri benda benda dan makanan bersama teman teman yang
tinggal di lorong lorong kota ini. Mereka membantu Edel mencuri benda dan
makanan yang nantinya akan kami jual untuk membelikan sebuah benda untuk kakak.
Benda
benda dan makanan hasil curian kami dijual dengan cara menjajakannya kesetiap
pintu yang ada di bangunan raksasa dikota ini. Dan untungnya adalah, benda
benda yang kami curi tadi habis terjual. Namun, mereka (pembeli) sama sekali tidak
menyentuh makanan yang kami curi . Mungkin mereka berperinsip,”jangan membeli
makanan dari tangan tangan anak rendahan seperti kami , mereka bisa keracunan
jika kami memberi racun pada makanan itu.” Tapi kami tidak begitu. Kami manusia
yang ingin bertahan hidup tanpa memusnahkan manusia lainnya. Jika mencuri .
itu urusan belakang, dan karena pola
hidup manusia di kota ini.
Makanan
yang tak terjual tadi, akhirnya kami membawanya untuk pulang ke lorong masing
masing. Dan uang yang terkumpul tadi, Aku belikan sepasang sepatu roda buat
Kakak Jason. Bertanya tanya, kenapa aku tidak curi saja sepatu roda itu. Karena,
aku ingin hadiah buat kakak ini , murni dari hasil curian yang dijual dan
hasilnya dibelikan sepatu roda kakak ini. Walau awalnya mencuri sih.
Maaf
ya kakak, Edel membangunkan kakak sebentar saja. Coba lihat ini kak, semoga
muat dan kakak suka. “Ini bukannya sama seperti yang Adik Edel pakai, bukan? Bagaimana
caranya Adik Edel bisa mendapatkannya?” Rahasia , kakak . “Terimakasih , akan
kakak coba memakainya sekarang.” Kakak tau cara menggunakannya ? “Baiklah,
sudah kakak pasang, dan saatnya berdiri!” “UWAAAA!!! (kedebruk) aduh , sakit. “
Kakak Jason yang lugu tapi lucu, begini loh caranya , lihat Edel. “ Ooh.. jadi
begitu ya, Adik Edel? Mau tuntuni kakak berjalan menggunakan sepatu ini?” Boleh
kakak, hayuk sini Edel tuntun.
Sekitar
2 hari , Kakak Jason bisa mempelarinya dengan baik. Kakak sampai ngebut ngebut
segala meluncurnya , dan sekarang, aku nya yang sering tertinggal dibelakang. Tapi
untungnya. Kakak sudah tau cara mendapatkan makanan yang benar dikota ini dan
dapat meluncur dengan laju dan mulus. Dengan kata lain , kita bisa tidak
kelaparan lagi. Kami menusuri setiap sudut kota dan lari dari penjual dengan
sangat cepat. Dan untungnya juga, tidak ada sekuriti maupun polisi yang ada dikota ini. Saat
menusuri sudut kota ,ada sebuah tempat yang tidak asing bagi aku dan Kakak
Jason. Letaknya sangat dekat dengan perbatasan kota bagian selatan yaitu,
tempat aku menjumpai Kakak Jason, persis dibawah pohon yang tertutup salju
tebal itu.
Disana,
kami duduk duduk dan melakukan hal konyol seperti, Snowball fight , dan untuk
pertama kalinya, aku bernyanyi (seriosa) . “Suara kamu bagus…mengingatkan kakak
akan seseorang yang amat sangat kakak sayangi dan rindukan.” Maafkan Edel ,
kakak. Karena telah membuat kakak terharu.
“Adik
Edel, apakah adik dari dulu tinggal sendirian dilorong lorong kota ini?” Tidak
kakak, Edel tidak tinggal sendirian.”dengan siapa Adik Edel tinggal? Apakah dia
adalah seorang ibu?” Iya kakak, dia itu seorang ibu, bahkan bisa Edel bilang,
dia permaisuri di sepanjang hari dan hidupku…”Dimana dia sekarang? Apakah iya
meninggalkan Adik Edel sendirian?” Iya kakak, sudah cukup pertanyaannya kakak? Kakak
hanya membuat Edel ingin menangis dihari hari yang bahagia ini.
“Maafkan
kakak, Adik Edel.. sudah kakak buat kamu menangis (berpelukan)” Iya kakak, Edel
maafkan, tapi jangan diulangi lagi dan jangan tinggalkan Edel sendirian.”Adik
Edel, apakah adik ingin tau? Siapa orang. yang sangat kakak sanyangi dan sangat
kakak rindukan?” . Iya kakak, Edel ingin tau, “Iya, sama seperti Adik Edel,
seorang ibunda dan permaisuri .. sekaligus belahan jiwa kakak yang abadi. Tapi dia
sudah pergi kedunia yang semoga dia bahagia dan bisa tersenyum melihat kakak
dari atas sana ( menunjuk ke langit ).” Sedih… “Bagaimana dengan ibu dari Adik
Edel ?” kakak mengulangi pertanyaan yang sama, tapi baiklah akan Edel jawab
dengan gesture bahasa tubuh . * menunjukkan bahwa, ibunya telah dibunuh oleh
iblis iblis yang bertugas untuk mengontrol populasi kota ini, karena ibunya
juga dalam kondisi sakit keras dan tidak berdaya pada saat itu (diceritakan
oleh tetangga lorong sebelah)* “Oleh iblis…”
Aku
bertanya dengan bahasa tubuh yang aku berikan *kakak, apakah kau iblis ? tapi
mengapa kakak berbeda? Kakak seperti ada unsure manusianya ? ataukah kakak
adalah percampuran antara iblis dan manusia? . “iya, Adik benar sekali.. Adik
Edel seharusnya tak boleh mendekati makluk seperti kakak ini, kakak merasa malu
karena,ras kakak sendiri lah yang membunuh ibumu.” Sudahlah kakak, biarkan masa
lalu itu. Kan sekarang Edel udah bersama kakak ( memeluk Jason ).
3
Bulan-pun berlalu dengan sangat cepat , sekarang adalah bulan Desember Akhir.
Dimana orang orang dikota akan merayakan Natal. Aku dan kakak mencari Alat dan
Bahan yang bisa digunakan untuk memasak hidangan untuk malam harinya. Aku berbalapan
dengan kakak mengelilingi kota hingga perbatasan kota bagian utara .
Dan pada
saat itu lah , hal yang tak terduga terjadi. Ketika aku menoleh kebelakang dan
Kakak Jason masih tertinggal dibelakang. Aku menabrak yang seharusnya aku tidak
menabraknya . dan seharusnya aku lari malah aku terdiam . dan saat hidungnya
mengendus kearahku tubuhku , seharusnya aku memakai parfum dengan aroma
wewangian yang harum, bukan bau badan dari Kakak Jason. Dan ketika aku tau ,
bahwa Iblis ini mencari Kakak Jason selama ini. Alasan tubuh kakak dipenuhi
luka saat itu, akibat cakaran anjing berkepala tiga itu.
Bersama dengan
tentara Iblis lainnya, dan ada seseorang yang menungganginya, turun kehadapan
ku. dia hampir mirip dengan Kakak Jason, namun iya lebih ke Iblis dari pada dinyatakan sebagai manusia setengah iblis . Dan ia berkata “Bau mu seperti orang berengsek pencemar nama baik keluarganya sendiri dan ayah ku?!
(mengendus), he…ternyata kau telah menyembunyikan Jason selama ini. Dasar manusia,
betapa bodohnya dirimu (mengeluarkan benda sejenis Vajra).” Kakak, tolong
jangan kesini dan jangan menemukan aku ,
mereka akan mencari mu . Tuhan , tolong kabulkan pintaku malam ini, aku
mohon padamu , biarkan kakak hidup selalu. Sebagai gantinya, ambillah jiwa ku
ini.
Namun dari
kejauhan tampak lah dirimu yang sedang berbinar binar untuk menemuiku di garis
finish . berubah menjadi datar ketika “SPLAAASH!” kepala ku lepas dari tubuhku
dan jatuh di atas tumpukan salju dengan wajah yang tersenyum sayu. Kau berbalik
arah dan meluncur laju (bersembunyi) dari mereka sampai mereka hilang.
Tuhan
mengabuli pintaku dimalam ini , agarkau selamat dan tetap hidup kakak.
Pandanganku
menjadi gelap gulita saat itu . tubuh atau apa yang melayang sekarang ini.
Ntahlah , yang kulihat adalah kakakyang mendekati kepala dan tubuh ku yang
terpisah itu. Kemudian kau gabungkan dan kakak duduk terdiam di depan jasad ku
. aku melayang mendekati kakak . atau lebih tepatnya di atas jasadku sambil
meneriaki “kakak!kakak!” namun kakak tidak mendengarnya. Apakah jangan jangan
kakak tidak bisa melihat hantu?
Kakak hanya
Berteriak dan marah , menyesal dan lain sebagainya…kakak menagis. Tapi aku tak
dapat menghapus air mata kakak saat ini. Setiap aku mencoba menghapusnya,
tangan ku tembus hingga ke belakang kepala kakak.
Kakak
memindahkan tubuhku ke lorong dimana tempat kita tinggal. Kakak pergi dengan
tangan dikepal dan menuju sebuah tempat di perbatasan utara kota , yaitu markas
iblis blok A (yang terbesar dibagian utara) . Aku terkejut ketika kakak
mengeluarkan sesuatu yang amat sangat tanjam , besar dan mengerikan itu. Gigi kakak
meruncing dan mata kakak menajam . kakak
menebaskan benda itu ke para iblis yang ada dimarkas itu hanya dengan
sekali putar dan tanpa ekspresi sama sekali.
Tidak ada
iblis yang bersisa sama sekali. Kakak keluar dari tempat itu dan kakak
menghancurkan bangunan megah (pos blok A) tempat itu , hingga rata menyatu
dengan tanah. Kakak bolak balik menarik
napas dan menghembuskannya lagi. Kemudia kakak menangis lagi.
Kakak dengan
lajunya kembali kelorong dan mengangkat jasad ku kesesuatu tempat. Yaitu tempat
favorit kita. Kakak menguburkan jasadku di bawah pohon saat fajar mulai
menyingsing. Meletakkan sepasang sepatu roda dan sebuah roti di sebelah gundukan
salju dimana tempat jasadku beristirahat.
Yang aku
rasakan saat itu adalah rasa terimakasih dan bahagia . aku berdiri di antara
pohon dan kuburanku . kakak berpamitan dan pergi menjauh menuju batas selatan
kota serta melaju membawa kenangan kakak bersama aku dan tentunya makhluk
makhluk yang ada di kota ini. Membawa benda besar nan tajam dibalik punggung
serta melaju dengan sepatu roda pemberianku yang sekarang menjadi milikmu, aku
mohon kepada kakak, jaga sepatu roda itu, tiada nilai yang bisa menggantikannya
melainkan kenanganku . dan ketika kakak berpaling. Pohon tempat favorit kita
berbunga lebat saat fajar telah naik sejengkal , bunganya berwarna merah
muda dan baunya sangat wangi . padahal
tempat ini kota ini kan wilayah musim dingin abadi. Suatu keajaiban dari tuhan
dan pertanda bagi kita.
Kakak
terkejut sambil mengeluarkan air mata dan tersenyum, karena saat aku melambaikan
tangan kearahnya, dia melambaikannya kearah ku kembali . apakah iya bisa
melihat aku ? itu lah yang ada didalam benakku . Hantu sepertiku bisa menangis
dan tersenyum. Membuat musim dingin yang abadi itu menjadi hari terhangat di sepanjang
hidupku dan diawal perjalananku sebagai arwah dari jasadku.
Untukmu Wahai Kakak
Bersepatu Roda, Akan kah Tuhan
mempertemukan kita kembali dengan perwujudan yang tak tampak wujudnya? di waktu
yang berbeda dan ditempat yang sama saat aku menemukan engkau , dan engkau
menemukan aku , kakak ?
SEKIAN
Komentar
Posting Komentar